METROARTSCHOOL — Jakarta Flu sering membuat tubuh lemas, hidung tersumbat, dan aktivitas sehari-hari terganggu. Banyak orang mencari cara menyembuhkan flu dengan cepat agar bisa pulih tanpa menunda rutinitas.
Perawatan mandiri memegang peranan penting. Istirahat yang cukup, minum banyak cairan hangat, serta mengonsumsi makanan bergizi membantu tubuh melawan virus penyebab flu dan mempercepat proses penyembuhan.
Selain itu, penggunaan humidifier, inhalasi uap hangat, dan obat bebas yang sesuai dapat meredakan gejala seperti hidung tersumbat dan sakit tenggorokan. Mengetahui cara menyembuhkan flu dengan cepat secara tepat membuat pemulihan lebih nyaman dan efektif.
Istirahat Cukup untuk Pemulihan Flu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5151593/original/006435900_1741167964-flu_keto.jpg)
Menurut WHO (2009) sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di situs UTA’45 Jakarta, influenza adalah infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus influenza, dan menyebar dengan mudah dari orang ke orang. Virus ini beredar di seluruh dunia dan dapat mempengaruhi orang tanpa memandang usia dan jenis kelamin.
Patofisiologi influenza dimulai dari inhalasi droplet virus influenza. Virus influenza masuk melalui inhalasi dari droplet yang infeksius, aerosol partikel mikro, maupun inokulasi langsung lewat sentuhan tangan dari penderita.
Saat mengalami flu, tubuh memerlukan perhatian ekstra agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan efektif. Beberapa langkah sederhana dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan meredakan gejala flu. Berikut panduan yang dapat diterapkan:
1. Prioritaskan Istirahat
Istirahat adalah langkah utama dalam proses penyembuhan flu. Tubuh memerlukan energi ekstra untuk melawan virus influenza yang menyerang sistem pernapasan. Mengesampingkan rutinitas harian dan memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat penuh sangat dianjurkan.
2. Tidur Berkualitas
Tidur yang cukup membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih efektif dalam melawan infeksi. Kualitas tidur yang baik juga berperan besar dalam meningkatkan daya tahan tubuh secara keseluruhan, sehingga tubuh lebih cepat pulih dari gejala flu.
3. Batasi Kontak Sosial
Tetap berada di rumah dan membatasi interaksi dengan orang lain penting untuk mempercepat pemulihan pribadi. Selain itu, langkah ini mencegah penyebaran virus kepada orang di sekitar Anda. Idealnya, hindari kontak setidaknya 24 jam setelah demam mereda tanpa obat penurun panas.
Menjaga Hidrasi Tubuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326188/original/087549300_1756091801-pexels-karolina-grabowska-5979735.jpg)
Menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah langkah penting untuk mempercepat pemulihan saat flu. Dehidrasi sering terjadi terutama jika disertai demam, keringat berlebih, atau diare. Asupan cairan yang cukup membantu tubuh tetap bugar dan mendukung sistem kekebalan bekerja optimal.
1. Konsumsi Air Putih Secara Teratur
Minumlah air putih dalam jumlah cukup sepanjang hari. Air membantu menggantikan cairan yang hilang dan menjaga kelembapan saluran pernapasan, sehingga hidung, mulut, dan tenggorokan tetap nyaman.
Menurut Sherwood L (2018) sebagaimana dikutip dalam kajian dipublikasikan di Jurnal Medula, Volume 13, Nomor 7, Oktober 2023, air adalah komponen tubuh manusiayang paling banyak, rata rata membentuk 60% berat tubuh.
Menurut Santoso BI. Hardinsyah. Siregar P. Pardede (2017) masih dari sumber yang sama, air berfungsi sebagai pembentuksel dan cairan tubuh, pengatur suhu tubuh,pelarut, pelumas dan bantalan, mediatransportasi, dan media eleminasi sisametabolism.
2. Minuman Hangat untuk Melegakan Gejala
Sup hangat, teh herbal, atau air lemon hangat dapat menenangkan tenggorokan yang sakit dan membantu melonggarkan lendir. Cairan hangat juga memberikan rasa nyaman sekaligus membantu mengurangi hidung tersumbat.
3. Minuman Mengandung Elektrolit
Larutan rehidrasi atau minuman kaya mineral membantu menggantikan elektrolit yang hilang akibat demam atau keringat berlebih. Ini penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mendukung proses penyembuhan secara optimal.
Kurangi konsumsi minuman berkafein atau beralkohol karena dapat memperparah dehidrasi. Pilih minuman yang menenangkan dan menghidrasi agar tubuh tetap fit selama masa pemulihan flu.
Pemanfaatan Obat Pereda Nyeri dan Antivirus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3555485/original/045421100_1630315408-pexels-andrea-piacquadio-3807629__3_.jpg)
Untuk meredakan gejala flu yang mengganggu, penggunaan obat-obatan tertentu dapat membantu tubuh lebih nyaman dan mempercepat pemulihan. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Obat Pereda Nyeri Bebas (OTC)
Obat pereda nyeri seperti acetaminophen (misal Tylenol) atau ibuprofen (misal Advil) efektif untuk menurunkan demam, meredakan nyeri otot, dan sakit kepala. Penting untuk tidak memberikan obat yang mengandung aspirin kepada anak-anak atau remaja yang sedang pulih dari cacar air atau flu, karena dapat meningkatkan risiko sindrom Reye.
2. Obat Antivirus yang Diresepkan Dokter
Dalam kasus flu tertentu, dokter dapat meresepkan obat antivirus. Obat ini bekerja dengan membuat penyakit lebih ringan, memperpendek durasi sakit, dan mencegah komplikasi serius. Penggunaan obat antivirus paling efektif jika dimulai dalam dua hari pertama setelah gejala flu muncul.
Beberapa obat antivirus yang umum digunakan antara lain oseltamivir (Tamiflu), zanamivir (Relenza), peramivir (Rapivab), dan baloxavir marboxil (Xofluza). Penggunaan obat ini harus selalu sesuai dengan resep dan anjuran dokter agar aman dan efektif.
Efektivitas obat sangat bergantung pada dosis yang tepat dan waktu pemberian. Pastikan mengikuti instruksi dokter atau label kemasan untuk memaksimalkan hasil pengobatan dan mengurangi risiko efek samping.
Perawatan Rumahan untuk Meredakan Gejala Flu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3276847/original/048485600_1603511268-pexels-andrea-piacquadio-3771115.jpg)
Selain obat-obatan, beberapa metode rumahan sederhana dapat membantu meringankan gejala flu dan mempercepat proses pemulihan. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Berkumur dengan Air Garam Hangat
Berkumur dengan larutan air garam hangat efektif untuk meredakan sakit tenggorokan dan mengurangi peradangan. Larutan garam membantu membersihkan iritan dan kuman dari tenggorokan, memberikan rasa nyaman dan mempercepat pemulihan.
2. Menggunakan Humidifier
Memasang humidifier di kamar tidur membantu menjaga kelembapan udara. Udara lembap dapat meredakan hidung tersumbat, mengurangi iritasi tenggorokan, dan membuat pernapasan lebih mudah, terutama saat tidur malam.
3. Mandi Air Hangat
Mandi dengan air hangat membantu merelaksasi otot yang tegang dan mengurangi rasa sakit akibat flu. Uap hangat dari air mandi juga membantu melonggarkan lendir di saluran pernapasan, mempermudah pernapasan, dan memberikan efek menenangkan pada tubuh.
Mengutip buku berjudul Penatalaksanaan Nyeri Persalinan Non Farmakologis oleh Dr. Mardiana Ahmad, S.SiT, M.Keb, dkk., mandi air hangat dapat menciptakan rasa santai. Mandi air hangat bersuhu antara 36,5 derajat celcius dan 40 derajat celcius (98 F dan 104 F) sangat bermanfaat sebagai alat relaksasi otot.
4. Mengonsumsi Madu
Madu efektif untuk meredakan batuk dan menenangkan tenggorokan yang sakit, khususnya pada orang dewasa dan anak-anak di atas satu tahun. Madu dapat dicampur dengan teh hangat atau air lemon untuk manfaat tambahan.
Sumber:
– Kajian berjudul Edukasi Pengobatan Swamedika Batuk Pilek dan Demam dipublikasikan di situs UTA’45 Jakarta
– Kajian berjudul Hubungan Pengetahuan Mengenai Hidrasi Sehatd an Kecukupan Minum Air Putih d engan Kelebihan Berat Badan : Tinjauan Pustaka dipublikasikan di Jurnal Medula, Volume 13, Nomor 7, Oktober 2023
– Buku Penatalaksanaan Nyeri Persalinan Non Farmakologis oleh Dr. Mardiana Ahmad, S.SiT, M.Keb, dkk.,